Electricity Connect 2026 Hadir di ICE BSD City September Ini, Jawab Tantangan Energi Industri Lewat Stream Powering Industries and Decarbonisation

Electricity Connect 2026
Electricity Connect

Tangerang, 9 September 2026 – Pesatnya ekspansi sektor industri di seluruh kawasan ASEAN mendorong peningkatan permintaan pasokan listrik secara signifikan. Sektor-sektor strategis seperti pengolahan nikel, mineral kritis, rantai pasok baterai, manufaktur logam, hingga kawasan industri terpadu membutuhkan kapasitas listrik yang andal dan berskala besar untuk menjaga stabilitas produksi serta mempertahankan daya saing ekspor global.

Namun, di tengah tingginya kebutuhan energi tersebut, sektor industri juga dihadapkan pada tuntutan global untuk menekan emisi karbon. Ketersediaan, keandalan, biaya, serta intensitas emisi kini menjadi faktor krusial dalam pengembangan industri modern. Untuk menjawab tantangan ganda ini, sistem kelistrikan perlu bertransformasi melalui pemanfaatan captive generation, penerapan sistem hibrida, perluasan jaringan listrik, hingga penyediaan firm clean power.

Menghubungkan Pertumbuhan Industri dan Dekarbonisasi

Menjawab kebutuhan strategis tersebut, Electricity Connect 2026 menghadirkan Stream 3 khusus bertajuk Powering Industries and Decarbonisation yang akan berlangsung di Garuda Hall 5 pada 22 September mendatang. Forum ini dirancang untuk mempertemukan para pelaku industri, utilitas, pengembang energi, investor, regulator, hingga penyedia teknologi guna merumuskan solusi pasokan listrik yang andal sekaligus rendah karbon.

Baca juga: Adopsi Teknologi Jadi Kunci Dekarbonisasi Industri

Agenda stream ini dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan serangkaian pembahasan kunci:
  • Pembangunan Manufaktur Kawasan: Sesi Opening Keynote bertajuk “The Making of a Manufacturing Powerhouse: Delivering ASEAN’s Industrial Ambitions “.
  • Mineral Kritis & Skala Pasokan: Pembahasan “Critical Minerals, Critical Decisions: Powering Indonesia’s Industry at Scale ” yang dibawakan oleh Abdul Malik Sadat Idris (Deputi Bidang Sarana dan Prasarana – Bappenas).
  • Konversi Permintaan Industri ke Jaringan Listrik: Panel Discussion bertajuk “Commitments to Capacity: Turning Industrial Demand into Gigawatts on the Grid ” yang dimoderatori oleh Anil Addanky (Direktur APAC Services – Black & Veatch).
  • Efisiensi Energi Industri Berat: Diskusi “Keeping More Energy in the Process: Efficiency Pathways for Heavy Industry ” yang menghadirkan Gigih Udi Atmo (Direktur Konservasi Energi, Ditjen EBTKE – Kementerian ESDM) dan Arjan van den Broek (Executive Vice President – GPSC).

“Pada Electricity Connect 2026 yang diselenggarakan MKI bersama Enlit Asia, kami menghadirkan Stream Powering Industries and Decarbonisation sebagai ruang untuk mempertemukan pelaku industri, investor, peneliti, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan energi. Melalui stream ini, kami berharap dapat membuka pertukaran gagasan, memperkenalkan teknologi terkini, serta membangun kolaborasi untuk menjawab tantangan ketahanan dan keberlanjutan energi,” ujar Arsyadany G. Akmalaputri, Ketua Electricity Connect 2026.

Mengenai Electricity Connect 2026

Pembahasan Powering Industries and Decarbonisation menjadi salah satu pilar utama dalam rangkaian perhelatan Electricity Connect 2026. Acara ini akan berlangsung pada 22–24 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience“.

Hingga saat ini, antusiasme terhadap berbagai stream konferensi dan area pameran EC 2026 terus meningkat dari para pelaku industri ketenagalistrikan, perusahaan teknologi, akademisi, hingga pemangku kepentingan energi. Acara tahunan ini didukung penuh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero).

Informasi lengkap mengenai jadwal sesi dan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi electricityconnect.id.

Electricity Connect

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *