Bisakah EBT dan Pembangkit Listrik Termal Berjalan Bersama? Temukan Jawabannya di EC 2026!

Clean & Thermal Generation
Electricity Connect

Tangerang – Transisi energi di Asia Tenggara berlangsung beriringan dengan meningkatnya permintaan listrik serta kebutuhan menghadirkan ketahanan energi yang andal. Dalam menghadapi perubahan bauran pembangkitan, Indonesia melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru merencanakan penambahan kapasitas pembangkitan sekitar 69,5 GW. Rencana tersebut mencakup 42,6 GW energi terbarukan dan 10,3 GW pembangkit berbahan bakar gas untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berfokus pada peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. Di saat yang sama, sektor ketenagalistrikan juga perlu memastikan tersedianya pembangkit yang mampu menjaga keandalan sistem, memenuhi pertumbuhan permintaan listrik, serta mendukung target penurunan emisi secara berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, Electricity Connect 2026 menghadirkan pembahasan khusus melalui stream Clean & Thermal Generation sebagai salah satu agenda strategis konferensi. Rangkaian konferensi ini diselenggarakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bersama Enlit Asia guna memperkuat kolaborasi regional. Stream ini akan mempertemukan regulator energi, pembuat kebijakan, produsen listrik independen (IPP), pengembang proyek energi terbarukan, perusahaan pembangkit listrik, divisi pembangkitan utilitas, serta penyedia teknologi dan OEM untuk membahas arah pengembangan pembangkitan listrik di kawasan ASEAN.

Baca juga: Tingkatkan Bauran EBT, PLN Kaji Pembangkit Listrik Berbasis B50

Melalui pembahasan Clean & Thermal Generation, peserta akan memperoleh wawasan mengenai strategi membangun bauran pembangkit listrik masa depan di kawasan ASEAN yang menyeimbangkan energi terbarukan, gas, dan kapasitas pembangkit yang dapat diatur (dispatchable capacity), fleksibilitas operasional pembangkit listrik termal dalam sistem kelistrikan yang semakin didominasi energi terbarukan, hingga kondisi investasi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan proyek pembangkit listrik baru.

“Pada Electricity Connect 2026 yang diselenggarakan MKI bersama Enlit Asia, kami menghadirkan Stream Clean & Thermal Generation sebagai ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan untuk membahas bagaimana pembangkit bersih dan pembangkit termal dapat saling melengkapi dalam mendukung sistem kelistrikan yang andal. Harapannya, pembahasan ini tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang mampu mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi di kawasan ASEAN,” ujar Ketua Panitia Electricity Connect 2026, Arsyadany G. Akmalaputri.

Topik Clean dan Thermal Generation akan menjadi salah satu pilar konferensi utama dalam rangkaian Electricity Connect 2026. Konferensi ini berlangsung pada 22–24 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Electricity Connect 2026 mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience.”

Hingga saat ini, pembahasan berbagai stream pada perhelatan tahunan ini telah mendapat antusiasme dari pelaku industri ketenagalistrikan, perusahaan teknologi, penyedia solusi energi, akademisi, hingga pemangku kepentingan sektor energi yang menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam EC 2026 yang didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero). Pendaftaran sebagai peserta konferensi maupun pengunjung dapat dilakukan melalui situs resmi Electricity Connect 2026 di electricityconnect.id

Electricity Connect

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *