Jakarta – PT PLN (Persero) membeberkan strategi utamanya untuk PLN tekan emisi di sektor ketenagalistrikan. Sektor ini diketahui menyumbang 45 persen dari total emisi CO2 nasional. Oleh karena itu, langkah paling konkret adalah menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru yang berbahan bakar batu bara.
Setop Pembangunan PLTU Baru
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menjelaskan komitmen tersebut. PLN akan membiarkan PLTU yang ada saat ini pensiun secara alami. Namun, tidak akan ada lagi pembangunan PLTU baru di masa depan. Hal ini disampaikannya dalam acara peluncuran Electricity Connect 2025 di Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Melalui percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), PLN berharap dapat mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Target ini sesuai dengan komitmen Perjanjian Paris.
Baca Juga: PLN Beber Upaya Tekan Emisi di Sektor Ketenagalistrikan
Hadapi Trilema Energi
Meskipun demikian, Suroso menekankan bahwa PLN menghadapi dilema trilema energi. Di satu sisi, perusahaan harus mendukung penuh transisi energi. Akan tetapi, di sisi lain, PLN juga wajib menjaga keamanan pasokan listrik (energy security) dan keterjangkauan harga (affordability) bagi masyarakat.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, PLN akan fokus menggarap potensi EBT di dalam negeri yang sangat melimpah. Suroso memaparkan, potensi energi surya di Indonesia mencapai 3.000 gigawatt (GW) namun baru dimanfaatkan 0,3 GW. Selain itu, potensi hidro sebesar 95 GW baru tergarap 6,3 GW. Artinya, pemanfaatan EBT nasional saat ini baru 0,2 persen dari seluruh potensi yang ada.
Siapkan 4.118 Proyek EBT
Sebagai langkah percepatan, PLN akan melelang 4.118 proyek EBT. Proyek ini tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Lelang tahap pertama akan dimulai pada kuartal IV tahun ini, mencakup 278 proyek dengan nilai total Rp 139,4 triliun. Lelang tahap II akan dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Juni 2026. Selanjutnya, tahap III dijadwalkan pada Maret 2026, dan tahap IV akan berjalan mulai Januari 2027.
Secara keseluruhan, PLN menargetkan penambahan kapasitas sebesar 69,5 GW dalam 10 tahun ke depan. Sebanyak 76 persen dari target itu berasal dari EBT. Suroso menyebut langkah besar ini akan membangkitkan kembali industri pendukung ketenagalistrikan. Industri seperti pabrik konduktor dan manufaktur diharapkan siap beroperasi dengan kapasitas penuh.








































































Leave a Reply